Rabu, 07 Maret 2012

teknik bersepeda

1.selalu fokus
Quote:
Selalulah fokus kepada trek atau jalur. Ini artinya Anda harus berpikir beberapa langkah ke depan dan menentukan jalur mana yang akan anda pilih. Bila Anda kemudian menjadi ragu-ragu, misalnya karena Anda takut rintangan yang ada di depan, sering terjadi Anda akan mengambil keputusan yang salah. Posisi tubuh Anda mungkin akan berubah karena anda merasa takut dan lebih memikirkan rasa takut Anda ketimbang berkonsentrasi untuk mengatasi rintangan. Hal ini sering terjadi terutama pada trek menurun, di mana bila Anda merasa tidak yakin dan ragu-ragu di pertengahan jalan, Anda pasti akan jatuh.
2.pikirkan gerakan selanjutnya
Quote:
Selalu pikirkan 2-3 aksi manuver ke depan. Jangan fokus pada satu rintangan untuk waktu yang terlalu lama. Selalu waspada akan manuver-manuver berikutnya yang harus Anda lakukan.
3.jangan terlalu dekat dengan pesepeda lain
Quote:
Jangan mengikuti pesepeda yang berada persis di depan anda dalam jarak yang cukup dekat. Percaya atau tidak, ban belakang atau punggung pesepeda yang berada persis di depan anda akan menghipnotis Anda sehingga fokus Anda hanya terpaku pada si pesepeda tersebut. Anda mungkin hanya akan berakhir dengan menghantam batu atau masuk lubang yang berhasil dihindari pesepeda di depan Anda. Jaga jarak dan selalulah berada sedikit di kanan atau kiri pesepeda yang berada persisi di depan anda sehingga tidak persis berada dalam satu garis lurus dengannya.
4.atur gear dengan tepat
Quote:
Pindahkan gigi ke posisi yang lebih rendah saat anda akan melalui trek tak terduga yang terdiri dari pasir, air atau lumpur. Pindahkan berat badan anda ke belakang dengan cara bersandar. Jangan menekan tuas rem dalam-dalam karena hal ini ini hanya akan menyebabkan Anda kehilangan traksi yang pada saat itu sudah sedikit anda miliki. Bersikap tenang dan hanya laluilah rintangan dengan terus mengayuh meskipun ban mengalami “spin”. Hal ini akan membuat ban depan Anda dapat terus meluncur di trek yang lunak tersebut.
5.atur tempat sadel
Quote:
Turunkan sadel Anda saat menuruni turunan yang curam. Posisi sadel yang rendah akan memberikan anda lebih banyak waktu untuk bereaksi saat menghadapi rintangan yang tidak terduga. Selain itu, akan lebih mudah dan aman untuk menjatuhkan diri ke bagian belakang sepeda daripada terbang di atas setang saat Anda lepas kontrol.
6.teknik penggenggaman handler
Quote:
Jangan menggenggam handlebar terlalu kuat. Hal ini akan membuat tubuh bagian atas Anda tegang dan akan membuat Anda lebih cepat lelah. Genggamlah dengan rileks namun tetap jangan terlalu longgar. Jangan letakkan ibu jari di atas handlebar. Hal ini akan membuat lebih mudah bagi genggaman Anda untuk lepas saat terjadi sesuatu yang tidak terduga. Sedikit tekuk siku dan rilekskan bahu Anda, tapi jangan membungkuk. Posisi ini akan membantu Anda dalam meredam guncangan yang mungkin Anda alami saat melalui trek.

nah itu baru teknik tekniknya aja gan. teknik teknik yang diatas itu adalah teknik dasar yang wajib dimiliki oleh MTBikers. sebenernya masih banyak lagi tapi segini dulu deh. 
untuk lengkapnya liat di :sumber.http://b2w-indonesia.or.id/bacanote/...rsepeda_gunung

Quote:
masih belom selesai gan
sekarang membahas sedikit medan dan penggunaan rem.

1. Di lintasan yang miring dan licin
Quote:
Menyusuri lereng atau gunung yang miring memerlukan teknik tersendiri. Karena jika salah, maka ban akan mengalami kehilangan traksi. Parahnya lagi yang tidak tahu dan menekan rem kuat-kuat dalam situasi seperti ini. Untuk itu ada teknik dalam melewati trek off chamber (lintasan miring yang licin)
Spoiler for Caranya?

a. Perlakukan trek off chamber layaknya seperti melewati tikungan saja.
b. Hindari menggenjotan dalam melewati trek seperti ini.
c. Tentukan kecepatan sepeda sebelum memasuki trek
d. Apabila harus menggenjot,lakukan dengan cara yang halus
e. Pusatkan berat tubuh pada pedal, hal ini sangat efektif agar ban tetap menggigit tanah
f. Selalu ambil jalur tengah

2. Kapan Menggunakan Rem Depan

Quote:
Mayoritas turunan single trek menagalami “bracking bump” dibawah tiap tikungan tajamnya, bagi rider yang “paranoia” menekan rem belakang. Sebenarnya yang dapat menghentikan laju sepeda pada turunan, hanyalah rem depan.
Spoiler for Caranya?

a. Mulailah dengan menempatkan satu jari di brake level depan dan dua jari untuk belakang. Pada saat panik kita tidak akan menekan rem depan secara berlebihan.
b. Biasakan mengerem sebelum memasuki tikungan atau turunan tajam.
c. Hindari men-drag rem selama turunan,karena hal ini hanya akan membuat suspensi terasa kasar dan mengeluarkan sepeda dari jalur.
d. Gunakanlah rem seperlunya /dengan bijak.
3. Melewati Rintangan
Quote:
Batu, kayu atau pun objek yang lebij\h tinggi dari as roda depan bisa dilewati tanpa harus turun dari sepeda.
Spoiler for Caranya?

a. Kayuh sepeda perlahan,yang perlu dicermati adalah momentum,karean tanpa momentum tidak mungkin untuk melewati rintangan tersebut.
b. Ketika mendekati rintangan, condongkan badan ke belekang,lalu tarik stang untuk mengangkat ban depan
c. Kemudian condongkan badan kebagian depan dan pindahkan tumpuan berat tubuh ke stang, dengan tanpa adanya beban dibagian belakang ditambah momentum yang ada, maka ban belakang akn ikut terangkat.
4. Melompati Celah
Quote:
Melompati celah dilintasan menjadi mudah bila anda telah menguasai teknik melewati rintangan .
Spoiler for Caranya?

a. Condongkan badan ke belakang, tarik setang dan angkat ban depan sekitar dua kaki diatas permukaan trail. Lakukan beberapa saat sebelum ban depan jatuh memasuki celah.
b. Pindahkan berat badan ke depan,begitu ban depan terangkat. Dengan beini ban belakang tidak akan ik ternga pada saat melewati celah
5. Trek berbatu
Quote:
Trek ini banyak macamnya, ada yang benanjak,datar sampai menurun,tapi pada dasarnya cara melewatinya sama.
Spoiler for Caranya?

a. Menjelang trek berbatu,suspensi dapat mengurangi kecepatan sepeda,terutama pada kecepatan rendah. Jaga kecepatan dan persiapkan tubuh bagian atas untuk menahan guncangan keras.
b. Pilih jalur yang “lebih baik”,artinya permukaan bebatuannya tidak terlalu menjulang dibnading sekitarnya.
c. Kayuh sepeda dengan posisi satu tingkat lebih tinggi dari posisi gigi yang biasa digunakan pada saat melintasi jalan rata. Tujuannya agar ban belakang tidak spin saat kehilangan keseimbangan.
d. Yang paling baik ialah mengayuh terus sepeda di sepanjang trek (dilapangan bisa saja berubah).
e. Bila harus menggunakan rem, tekan kedua brake lever secara bersamaan (dianjurkan hanya pada trek dengan permukaan batu kecil, pada saat menemui batu besar disarankan tidak menggunakan rem).

bike anatomy



Bersepeda merupakan aktifitas yang sangat menyenangkan, bagi anda yang nganggur dan hanya berdiam diri saja tidak salahnya mencoba aktifitas yang menantang dan membugarkan ini yaitu bersepeda.
kali ini kami akan membahas tips merakit sepeda gunung :
bagi anda yang suka bersepeda gunung ada tips bagus nih dari kami tips merakit sepeda gunung.

sebelum mengenal frame sepeda, ada baiknya kami sajikan terlebih dahulu anatomi sepeda mtb, atau yang dikenal dengan bike anatomy.


1. top tube
2. sadle
3. seatpost
4. seatstay
5. seatclam
6. seattube
7. cassete,
8. rear derailleur (rd)
9. chainstay
10. chainring/crankset
11. pedals
12. downtube
13. spoke
14. rim
15. hub,
16. front diskbrake
17. tire
18. fork
19. headtube
20. brake lever
21. shifter
22. handlebars & stem

sepeda mtb digolongkan menjadi 2 type, yakni hard tail (ht) dan full suspension (fs). disebut hard tail karena memang “ekornya” keras tanpa adanya shock. beda dengan sepeda full suspension yang memiliki rear shock sehingga bisa terasa lembut.

Pada umumnya hard tail dipergunakan untuk trek xc, dirtjump, dan free ride. sedangkan fulsus dipergunakan di trek all mountain dan downhill. meskipun demikian, penggunaan hard tail untuk trek downhill meski tidak lazim kerap dijumpai pada beberapa kejuaraan mtb. bisa jadi ini dimaksudkan untuk menaikan tingkat kesulitan karena penggunaan hard tail pada trek downhill sangat membutuhkan skill tinggi dari ridernya. menggunakan sepeda fulsus untuk melibas trek light xc akan terasa lebih berat dan melelahkan. pengecualian pada beberapa produsen sepeda fulsus yang telah berhasil menciptakan sepeda fulsus seringan dan senyaman hardtail, sehingga efek bobbing yang biasa dijumpai pada sepeda fulsus dapat diminimalisir. sebut saja satu giant anthem, my another dream bike

setiap frame baik ht maupun fs memiliki ukuran tertentu dengan satuan inchi. biasanya yang menjadi patokan ukuran adalah panjang seattube dan/atau toptube. namun ada pula produsen sepeda yang telah menggolongkan frame mereka ke ukuran s, m, dan l. masing - masing ukuran tersebut memiliki tabel geometri tertentu dan biasanya bisa dilihat pada website mereka.

panduan memilih ukuran frame secara gampang adalah orang dengan tinggi maks 165cm wajib menggunakan frame s, 165 - 175cm frame m, dan >175cm frame l. meskipun demikian ada beberapa pengecualian karena setiap orang memiliki panjang tangan, panjang kaki, dan panjang tubuh yang berbeda meskipun total tinggi sama. dengan demikian meskipun telah memilih frame dengan patokan seperti di atas, biasanya kita harus tetap melakukan koreksi dengan memilih ukuran komponen lain, misalnya handlebars, seatpost, stem, dan crank.

untuk mengetahui apakah mtb anda sudah tepat ukuran, cobalah berdiri mengangkangi frame yang telah dalam kondisi dirakit, tangan memegang handlebars. apabila anda dapat berdiri leluasa dengan masih menyisakan jarak setidaknya 5cm antara tob tube dengan daerah alat vital anda, itu pertanda bagus. namun kalau mentok atau bahkan jarak terlalu lebar, itu artinya ukuran sepeda anda tidak tepat. bagi pengguna fork dengan travel adjustment, kekurangan atau kelebihan jarak ini masih mungkin untuk dikoreksi dengan menambah atau mengurangi panjang travel.

bagi peminat frame fs, selain ukuran frame, masih terdapat variabel lain yaitu jenis rear shock, panjang travel, dan teknologi link. ketiga variabel ini patut dipertimbangkan khususnya bagi yang telah bisa merasakan enaknya menunggang sepeda fulsus. tapi bagi pemula, rasanya tidak bakalan bisa membedakan ketiga faktor tersebut.

sumber :http://www.kumpulanberita.info/2010/07/cara-merakit-sepeda-gunung.html


tugas kuliah perilaku konsumen

1. Sebutkan 5 karakter sifat positif dan negatif di dalam diri sendiri, mana yang sama dengan orang tua?
2. Apa karakter/ sifat yang berubah setelah masuk IPB ? 
3. Sebutkan dimensi konsep diri ! 

Jawaban 1.
Sifat positif dan negatif 
Sifat positif
 - Sabar
 - Ramah, sifat yang sama dengan ibu saya
 - Periang, sifat yang sama dengan ayah saya 
- Percaya diri, sifat yang sama dengan ayah saya
 - Optimistis, sifat yang sama dengan ayah saya
 - Tidak memilih-milih dalam berteman sifat yang sama dengan ibu saya
 - Penyayang, sifat yang sama dengan ibu saya - Loyalitas yang tinggi
 - aktif 

Sifat negatif
 - Moody
 - Emosional, sifat yang sama dengan ayah saya
 - Tidak bisa serius
 - Terlalu banyak bercanda, sifat yang sama dengan ayah saya
 - Tidak teratur
 - Boros, sifat yang sama dengan ayah saya
 - Tidak tepat waktu
 - Acuh tak acuh tidak perhatian

 2. Setelah saya masuk IPB ada beberapa sifat yang berubah, dengan masuk organisasi yang berada di ruang lingkup IPB saya lebih mengerti akan manajemen waktu dan karakter diri saya lebih berkembang, dalam organisasi saya juga diajarkan secara tidak langsung akan pentingnya keteraturan dan mulai banyak belajar tentang penempatan keseriusan dalam melakukan sesuatu, sekarang saya bisa serius jika dalam forum yang memang seharusnya serius dan bercanda pada saat yang tepat walupun terkadang dalam forum resmi terkadang masih suka bercanda, selain itu di IPB saya menemukan prinsip dan keteguhan akan sesuatu hal yang saya yakini dan banyak belajar dari orang-orang hebat yang berada di IPB seperti dosen, dekan, kadep ataupun teman seperjuangan, selain itu saya menyadari akan pentingnya tanggung jawab dalam melakukan berbagai hal, baik itu tugas kuliah, tugas organisasi ataupun hal lainnya, proses komunikasi saya juga mengalami peningkatan dari saya tadinya belum bisa berkomunikasi pada forum yang formal sekarang saya sudah mulai belajar cara komunikasi yang formal dan juga komunikasi informal saya tingkatkan lagi untuk kehidupan sosial saya
. 3. Dimensi konsep diri


Dimensi konsep diri
Konsep diri aktual
Konsep diri ideal
Private self
 - Tidak teratur
 - Boros
 - Tidak tepat waktu
 - Lebih memahami aturan yang berlaku dan mengikuti aturan dan yang berlaku dengan menerapkan rewads dan punishment untuk diri sendiri
 - Adanya penerapan manajemen keuangan untuk diri sendiri
 - Lebih menghargai waktu dan mempunyai agenda kerja dan skala prioritas 
Social self
 - Tidak bisa serius
 - Terlalu banyak bercanda 
 - Acuh tak acuh tidak perhatian
 - Lebih serius dalam beberapa situasi dan bisa menempatkan diri - Mengurangi bercanda pada forum yang resmi 
- Lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan fokus akan sesuatu hal

Kamis, 23 Februari 2012

Dalam masyarakat Sunda buhun (kuno) dikenal beberapa jenis bangunan rumah, Pada umumnya bangunan rumah adat sunda bentuknya panggung, yang kaki-kakinya (tatapakan, istilah sunda) terbuat dari batu persegi (balok) dalam bahasa Sunda disebut batu tatapakan. Untuk tihang (tiang) mengunakan kayu. Bagian bawah/lantai menggunakan papan kayu atau palupuh/talupuh dari bambu. Dindingnya memakai anyaman bambu (bilik) atau papan kayu. ada sekitar 6 tipe dasar atap yang dimiliki oleh bangunan Sunda. Namun berbagai pengembangan dilakukan sehingga menghasilkan desain atap yang bervariasi dan kompleks.
Perbedaannya terlihat pada bagian atas/atap (suhunan), antara lain: Julang ngapak, yaitu bentuk bangunan rumah yang suhunan bagian sisi kiri kanan agak melebar ke samping. Ada juga yang menyebutnya memakai sorondoy. Apabila di lihat dari arah depan seperti burung yang sedang terbang.
parahu kumureb, yaitu bentuk bangunan rumah yang atapnya (suhunan) membentuk perahu terbalik (telungkup).
Suhunan jolopong, yaitu bentuk bangunan yang atapnya (suhunan) memanjang sering disebut suhunan panjang atau gagajahan.
Tagog anjing, yaitu bentuk bangunan mirip dengan bentuk badak heuay, tetapi ada sambungan kebagian depan dan sedikit turun. Jadi bangunannya tekuk (ngeluk) seperti anjng jongkok.
Badak heuay, yaitu bentuk bangunan seperti saung tidak memakai wuwung sambungan atap (hateup) depan dengan belakang seperti badak sedang membuka mulutnya (menguap, arti sunda heuay)
Capit gunting, yaitu bentuk bangunan rumah yang atap (suhunan) bagian ujung belakang atas dan depan atas menggunakan kayu atau bambu yang bentuknya menyilang dibagian atasnya seperti gunting.

Rabu, 22 Februari 2012